Lama sudah,
Penat dan pedih jadi satu
bikin hati jadi berat
beku lalu jadi pilu
gundah mendekat
bahkan ingin bersahabat.
aku penat, tapi tak ingin menyerah.
Adalah aku yang harus menang
dari keadaan busuk ini.
Kuangkat wajahku
menatap langit biru
menghirup udara pagi
meneguk secangkir teh manis
membaca surat cinta
mengukir senyum di wajahku
melanjutkan perjuangan ini
dengan satu kepastian,
Akulah juaranya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar